BAB V
HUBUNGAN ANTARMUKA PELANGGAN
Adanya suatu hubungan antar muka dengan pelanggan menjadi sarana utama untuk menciptakan
program pemasaran yang efektif.
Hubungan antarmuka adalah gambaran sebenarnya dari
proposisi nilai pilihan perusahaan. Seperti halnya sebuah toko ritel, website
juga memberikan informasi yang signifikan bagi calon pelanggan dan target pasar
saat ini. Situs yang
menarik mengkomunikasikan proposisi nilai inti perusahaan dan memberikan alasan
mengapa pelanggan mengunjungi dan/ atau menjadi pelanggan dari sebuah situs.
Kerangka Kerja 7 Cs
Ada
beberapa hal yang diperhatikan dalam mendesai suatu website yang menarik untuk
sebuah pemasaran. Hal-hal tersebut dinamakan kerangka 7Cs. Kerangka 7Cs
tersebut antara lain adalah:
Context
(Konteks)
Konteks dari sebuah situs menangkap
adanya penglihatan dan perasaan estetika serta fungsi dari situs itu sendiri.
Pada aspek fungsi sebagian besar situs akan berisi informasi yang lebih banyak
daripada yang bisa disajikan pada layar komputer. Dimensi lain dari konteks
adalah estetika. Estetika merupakan sifat situs yang sebagian besar ditangkap
melalui karakteristik visual seperti warna, grafis, foto, pilihan font, dan
fitur yang berorientasi dalam hal visual lainnya.Beberapa situs telah memilih untuk
berfokus pada grafis, warna, dan fitur desain yang menarik, sementara yang lain
telah menekankan tujuan pada kegunaan situs tersebut seperti kemudahan
navigasi.
Content
(Konten)
Konten didefinisikan sebagai keseluruhan
material yang berhubungan dengan sebuah situs web. Contoh dari konten adalah
penulisan/ teks pada web, video, audio, dan grafis, serta pesan dari adanya
situs web tersebut, termasuk produk, layanan, dan penawaran informasi. Konten
berbeda dengan konteks karena sebagian besar dari konteks difokuskan pada
"bagaimana" desain situs, serta berfokus pada isi/ apa yang disajikan
oleh sebuah situs web. Pada hal konten dipertimbangkan empat dimensi antara
lain bauran penawaran (mengacu pada informasi, produk, dan jasa), bauran
tampilan (mengacu pada promosi dan pesan komunikasi), bauran multimedia
(mengacu pada teks, audio, gambar, video, dan grafis), dan jenis konten
(mengacu pada tingkat sensitivitas waktu dari informasi yang disajikan sebuah
web).
Community (Komunitas)
Komunitas didefinisikan sebagai suatu
kelompok yang memiliki hubungan yang dibentuk atas kepentingan bersama. Adanya
suatu komunitas memiliki kegunaan tersendiri bagi perusahaan. Sebagai contoh, komunitas dapat menciptakan layanan
yang menarik bagi konsumen untuk sebuah website, tetapi juga dapat berfungsi
sebagai sarana untuk membangun hubungan yang lebih erat antara konsumen dan
perusahaan, dan antara konsumen dan konsumen.
Sekelompok orang dapat
menciptakan sebuah hubungan yang kuat yang dapat berkembang menjadi sebuah
komunitas melalui pertukaran ide-ide yang berhhubungan antar satu anggota
dengan anggota lainnya. Sebuah komunitas ini dapat mendorong pelanggan untuk
kembali ke situs web, hal ini dikarenakan:
-
Komunitas
dapat membuat konten yang menarik. Konten ini, baik yang dihasilkan oleh
anggota atau administrator, dapat berfungsi sebagai insentif yang menarik bagi
individu untuk datang ke sebuah situs. Konten tersebut dapat berupa posting
anggota, penelitian eksklusif suatu komunitas, atau forum chatting yang berisi
tentang topik yang menarik.
-
Masyarakat
dapat membuat kegiatan yang memungkin menjadi pasti atau lebih mudah, kebutuhan
dengan demikian kepuasan tidak dapat dicapai secara individual.
Costumization
(Kostumisasi).
Kustomisasi didefinisikan sebagai
kemampuan suatu situs untuk memodifikasi situs itu sendiri atau dimodifikasi
oleh setiap pengguna. Ketika sebuah kustomisasi diprakarsai dan dikelola oleh
perusahaan, maka hal itu sebut sebagai tailoring.
Banyak situs memiliki kemampuan, melalui perangkat lunak antarmuka mereka,
untuk secara dinamis "mempublikasikan" versi yang berbeda dari situs
itu sendiri untuk kepentingan lebih pengguna tertentu, yang dilihat dari
kebiasaan, dan kebutuhan. Misalnya, situs mungkin menyajikan konten yang
berbeda dengan layout desain yang berbeda untuk pengguna yang berbeda
tergantung pada tanggapan dan/ atau profil masing-masing pengguna.
Ketika kustomisasi
dimulai dan dikelola oleh pengguna, hal itu disebut personalization. Beberapa situs web memungkinkan pengguna untuk
menentukan preferensi mereka dalam seleksi konten, pemilihan konteks, dan
alat-alat personalisasi. Setelah preferensi pribadi telah dimasukkan oleh
pengguna dan disimpan, pengguna situs melakukan pendaftaran dengan login (atau
cookies) untuk mencocokkan setiap pengguna kembali ke pengaturan pribadinya
masing-masing, kemudian pengguna akan mengkonfigurasi sendiri sesuai dengan
informasi yang mereka berikan. Untuk menarik pengguna dan membuat mereka
kembali, suatu situs juga menyediakan berbagai fitur yang meliputi e-mail, penyimpanan
hard-disk dengan virtual, dan agen perangkat lunak untuk melakukan tugas-tugas
sederhana.
Communication
(Komunikasi).
Komunikasi mengacu pada percakapan yang
terjadi antara website dan penggunanya. Komunikasi ini dapat dibagi menjadi
tiga bentuk: perusahaan-ke-pengguna (misalnya, pemberitahuan melalui e-mail),
pengguna-ke-perusahaan (misalnya, permintaan layanan pelanggan), atau
pengguna-ke-pengguna (misalnya, pesan instan).
Terdapat contoh tiga
dimensi komunikasi antara lain adalah broadcast (merupakan pertukaran informasi
satu arah dari organisasi kepada pengguna); interaktif (merupakan komunikasi
dua arah antara organisasi dan pengguna); dan hybrid (merupakan kombinasi dari
broadcast dan komunikasi interaktif).
Connection
(Koneksi).
Koneksi didefinisikan
sebagai jaringan link antara situs
dengan situs, dengan kata lain lain, link
yang diklik dapat membawa pengunjung dari situs suatu perusahaan ke situs
perusahaan lain atau sebaliknya. Koneksi memiliki dimensi yang bervariasi dalam
jenis, besaran, dan arah.
Terdapat lima dimensi
dalam koneksi antara lain adalah link ke situs (ini adalah link yang membawa
pengguna benar-benar di luar dari homesite atau mengantarkan pengguna dari
situs satu ke situs pihak ketiga); latar belakang homesite (hal ini mengacu
pada situasi di mana link membawa pengguna ke situs pihak ketiga, tapi homesite
masih dapat terlihat di latar belakang); konten outsourcing (yaitu ketika
konten situs berasal dari pihak ketiga, tetapi pengguna tetap pada homesite
saat melihat atau membaca konten tersebut); persentase dari konten homesite (hal ini terjadi ketika tidak semua
konten pada situs tertentu dihasilkan, dimiliki, atau dikendalikan oleh situs
tersebut); jalan pintas koneksi (jalur koneksi
dapat menyebabkan pengguna di luar lingkungan dari situs sebagai “jalur-out,”
atau dapat menyebabkan pengambilan informasi dari situs lain tanpa benar-benar
meninggalkan situs sebagai “jalur-in”).
Commerce
(Perdagangan).
Perdagangan
didefinisikan sebagai suatu kapasitas transaksional dari situs seperti
penjualan barang, produk, atau layanan dari situs seperti daftar belanjaan,
pengiriman dan pilihan pembayaran, dan semacamnya.
Kemampuan perdagangan
adalah fitur-fitur dari antarmuka pelanggan yang mendukung berbagai aspek atau
transaksi perdagangan.
Agar sebuah situs untuk memiliki kemampuan perdagangan,
sejumlah fitur harus hadir. Fitur-fitur utama yang dapat disediakan oleh situs
web antara lain adalah log in (log in atau pendaftaran pengguna memungkinkan sebuah
situs untuk menyimpan informasi kartu kredit, alamat pengiriman, dan preferensi);
daftar belanja (pengguna dapat menempatkan item ke
keranjang belanja virtual pada akun pribadi mereka. barang bisa dibeli secara
langsung atau disimpan dan dibeli ketika pengguna kembali pada kunjungan lagi
ke situs); keamanan
(situs berusaha untuk menjamin keamanan
transaksi dan data terkait melalui enkripsi misalnya, SSL dan teknologi
otentikasi misalnya, SET); persetujuan kartu kredit (situs dapat
memiliki kemampuan untuk menerima persetujuan kredit instan untuk pembelian
dengan kartu kredit melalui link elektronik); one-click shopping (amazon.com
pengguna fitur secara paten yang memungkinkan pengguna untuk memesan produk
dengan satu klik, pengaturan default pengiriman diterapkan secara otomatis); pesanan
melalui afiliasi (situs dengan program afiliasi harus mampu melacak pesanan
yang berasal dari situs afiliasi, serta menentukan biaya afiliasi untuk
generasi bisnis); konfigurasi teknologi (pengguna dapat
menempatkan produk dan jasa bersama-sama dalam berbagai urutan dengan bantuan
software konfigurasi); jejak
pemesanan (pengguna
diberi kemampuan untuk memeriksa status pengiriman dari produk yang mereka
pesan); pilihan pengiriman (pengguna diberi penawaran
pengiriman dengan pilihan-pilihan untuk menentukan kecepatan yang diinginkan
dan biaya pengiriman, dll).
Dilihat
dari ketujuh dimensi tersebut, suatu keberhasilan dari bisnis tertentu
tergantung pada sejauh mana semua 7Cs bekerja sama untuk mendukung proposisi
nilai dan model bisnis. Dua konsep yaitu penyesuaian dan penguatan sangat membantu dalam menjelaskan bagaimana untuk
mendapatkan sinergi antara 7Cs. Penyesuaian mengacu pada sejauh mana
masing-masing dari strategi 7Cs mendukung model bisnis. Penguatan mengacu pada
derajat konsistensi antara masing-masing 7Cs. Sinergi yang dihasilkan
oleh penyesuaian dan penguatan adalah proses yang dinamis, dan perusahaan
mungkin menemukan bahwa setiap target pelanggan akan berbeda dalam menanggapi
setiap 7Cs. Ini tidak berarti bahwa situs harus dirancang untuk pelanggan umum,
hanya saja manajer harus meninjau kembali penawaran online secara teratur untuk
menilai seberapa baik proposisi nilai dan model bisnis sedang dinyatakan di
situs.
BAB VI
HUBUNGAN PELANGGAN
Agar
mendapat keuntungan, suatu perusahaan harus menciptakan hubungan yang
menguntungkan dengan pelanggan mereka. Untuk
mencapai hal ini, pertama perusahaan harus mengidentifikasi tuas yang dapat
mereka gunakan untuk memperkuat berbagai tahap dari hubungan pelanggan. Dalam hal ini ditekankan pada bagaimana
perusahaan menggunakan internet untuk meningkatkan kesadaran pelanggan,
mendorong interaksi pelanggan, dan menciptakan pelanggan yang terkait dengan
perusahaan beserta produknya.
Apa itu Hubungan?
Hubungan (dalam
hal ini adalah perusahaan-pelanggan) adalah ikatan atau hubungan antara
perusahaan dan pelanggan. Ikatan ini dapat menjadi kuat, lemah, atau tidak ada. Ikatan tersebut dapat
bersifat intelektual (“Saya tahu bahwa saya tidak bisa mendapatkan kesepakatan
yang lebih baik di tempat lain”), emosional (“Saya merasa baik ketika saya
memakai sepatu Nike saya”), atau kombinasi (“Saya ingin tetap setia pada
almamater saya”). Hubungan
dapat dikategorikan setidaknya menjadi dua dimensi, yaitu jenis dan
keterlibatan.
Jenis Hubungan
Hubungan
berada pada sepanjang kontinum, dan diurutkan mulai dari komunal ke hubungan
berdasarkan timbal balik. Hubungan
komunal secara murni adalah altruistik, setiap orang berfokus pada
pemenuhan kebutuhan dan keinginan orang lain. Mereka berinteraksi tanpa adanya
persyaratan atau harapan yang akan mereka terima sebagai balasannya. Contoh dari hubungan komunal adalah hubungan yang terjadi
antara orangtua dengan anak, atau mereka antara keluarga dekat atau
teman-teman.
Sebaliknya, pihak dalam hubungan
timbal balik memberikan satu hal sebagai imbalan bagi orang lain. Ketika seseorang membantu yang lain, suatu kewajiban dibuat, dan
pada titik tertentu diharapkan bahwa kewajiban tersebut akan dilunasi. Hubungan antara
pembeli dengan penjual mungkin adalah contoh terbaik dari hubungan pertukaran
karena tujuan utama mereka adalah perdagangan produk atau jasa untuk
kepentingan keuntungan masing-masing pihak. Namun, hubungan
pertukaran ini dapat melibatkan manfaat emosional, sosial, dan psikologis serta
yang keuangan. Seseorang
mungkin membantu orang lain karena dia ingin menjadikan dirinya baik, atau
mungkin untuk menghindari rasa bersalah. Atau seseorang mungkin menawarkan
bantuan hanya karena ia menyadari bahwa ia kemungkinan akan membutuhkan bantuan
di masa depan.
Yang menjadi pertanyaan di sini adalah
dapatkah sebuah perusahaan online menciptakan manfaat emosional, sosial, dan
psikologis dalam proses pertukaran? Derajat rendah dari interaksi interpersonal dalam pertukaran
berbasis web membuat hal ini menjadi sulit, tetapi bukanlah tidak mungkin. Terdapat
strategi untuk perusahaan yang ingin meningkatkan aspek nonekonomi dari
pertukaran. Sebagai
contoh:
-
Menanamkan rasa percaya diri sangat penting
dalam situasi pembelian online.
-
Mengirimkan pesan yang salah kepada pelanggan dapat
menghambat pembentukan hubungan pembeli dan penjual.
-
Perusahaan dapat menciptakan pertukaran emosional dengan
mendukung badan amal.
-
Pemilihan secara hati-hati, pelatihan, dan penyebaran tenaga
pelayanan dapat berdampak pada perkembangan aspek nonekonomi dari hubungan
pembeli dan penjual.
-
Perusahaan dapat menciptakan hubungan online dengan hiburan
atau informasi yang bernilai.
Keterlibatan Hubungan
Perkembangan hubungan timbal balik
adalah fungsi langsung dari tingkat keterlibatan pelanggan. Keterlibatan
di sini didefinisikan sebagai sejauh mana hubungan yang relevan dengan
pelanggan yaitu sejauh mana hal ini berkaitan dengan nilai, kepentingan atau
kebutuhan konsumen. Konsumen yang
memiliki minat yang kuat dalam kategori produk atau jasa selama jangka waktu
yang dikatakan memiliki keterlibatan kekal. Sebaliknya,
keterlibatan situasional bersifat sementara dan hanya terjadi ketika
seseorang melakukan suatu aktivitas pembelian atau konsumsi.
Keterlibatan
adalah fungsi yang tidak hanya dari karakteristik produk, tetapi juga situasi
pembelian dan kepentingan pribadi konsumen. Faktor-faktor
tersebut dipertimbangkan dalam: pertama adalah kategori produk. Konsumen membentuk hubungan yang lebih emosional dengan merek
atau produk tertentu daripada dengan orang lain. Kedua, situasi pembelian. Membeli
sebotol anggur sebagai hadiah sangat berbeda dengan membeli sebotol anggur
untuk dikonsumsi sendiri. Keterlibatan pembelian kemungkinan akan lebih besar dalam
situasi pembelian hadiah karena konteks sosial dan kepedulian pembeli dengan
reaksi penerima. Ketiga yaitu tipe
konsumen. Tidak semua orang memiliki minat yang sama. Beberapa
orang sangat terlibat dalam memilih minuman ringan, sementara yang lain tidak
peduli. Beberapa orang sangat terlibat dalam pembelian jenis
sepatu atletik yang mereka kenakan, namun orang lain akan membeli merek apa pun
yang dijual. Tingkat keterlibatan terkait dengan bagaimana orang melihat
diri mereka sendiri dan bagaimana mereka ingin orang lain melihat diri mereka.
Mengapa Perusahaan ingin Menjalin Hubungan dengan Pelanggan
Mereka?
Perusahaan tidak memiliki
hubungan dengan pelanggan yang tidak menunjukkan nilai apapun pada transaksi
sebelumnya atau yang tidak mengharapkan untuk berinteraksi lagi dengan perusahaan
di masa depan. Jenis pelanggan ini
tidak memiliki loyalitas kepada perusahaan dan akan pergi ke tempat lain jika
perusahaan tidak memberikan nilai yang dapat diterima pada setiap transaksi.
Lamanya hubungan pembeli dan
penjual mungkin menyebabkan pelanggan untuk:
-
Mengantisipasi perasaan positif agar tetap setia
kepada penjual
-
Percaya bahwa penjual akan memberikan nilai yang baik. Kepercayaan tersebut juga dapat
menuntun pelanggan untuk membatalkan rencana mereka dalam memeriksa situs web
pesaing.
-
Merasa bahwa merek tersebut mewakili siapa dia (konsumen),
karena merek tersebut memiliki nilai yang sama. Perasaan ini
menyebabkan pelanggan untuk mempromosikan penjual pada teman-teman, keluarga,
dan kenalan.
-
Mencari dan aktif membaca materi promosi penjual.
Memahami Nilai dari Hubungan
Pelanggan
Asumsi dasar dari manajemen hubungan pelanggan, yang juga
disebut sebagai CRM (Customer
Relationship Management), adalah bahwa mempertahankan hubungan jangka panjang
dengan pelanggan dapat meningkatkan profitabilitas perusahaan. CRM
memang membutuhkan biaya. Perusahaan harus mengeluarkan biaya untuk memahami preferensi
konsumen, pola pembelian, dan nilai-nilai. Namun biaya tersebut nantinya dapat menciptakan keuntungan bagi
perusahaan. Berikut adalah
alasan mengapa hubungan pelanggan dapat meningkatkan profitabilitas:
-
Biaya akan lebih murah untuk melayani
pelanggan yang sudah ada daripada mencari pelanggan baru. Perusahaan tidak harus berinvestasi dalam
strategi ini untuk mengidentifikasi para pelanggan dan meyakinkan mereka bahwa
perusahaan adalah mitra transaksi yang pantas, dengan asumsi bahwa mereka
dilayani secara layak dalam transaksi mereka sebelumnya.
-
Beberapa bukti menunjukkan bahwa pelanggan yang sudah ada
akan membayar harga yang lebih tinggi daripada pelanggan baru, bahkan setelah
penawaran dipertimbangkan.
-
Hubungan antara pembeli dan penjual
yang kuat meningkatkan kemungkinan bahwa pelanggan akan mengungkapkan informasi
pribadi mereka sehingga hal ini dapat meningkatkan kapasitas perusahaan untuk targeting.
Mengukur Nilai Perusahaan
Usaha perusahaan tidak cukup hanya
dengan mempertahankan pelanggan yang sudah ada. Kedua, persyaratan penting
untuk membangun hubungan yang kuat yang meningkatkan frekuensi dan
profitabilitas perilaku pembelian. Perusahaan
hanya menginginkan hubungan dengan pelanggan yang menguntungkan, dan itu
biasanya pelanggan yang masuk dalam segmen pengguna berat.
Bagaimana perusahaan mengukur nilai
seumur hidup dari pelanggan?
Mereka harus membuat beberapa asumsi penting tentang biaya dari waktu,
pemasaran dan layanan per pelanggan, kontribusi kotor yang diharapkan, dan
tingkat suku bunga.
Dalam
rangka untuk menghitung nilai pelanggan atau segmen pelanggan, perusahaan harus
mengembangkan dan memelihara database dari aktivitas pelanggan. Selanjutnya, perusahaan harus membuat model
matematika yang menggabungkan rangkaian asumsi tentang pelanggan dan bagaimana
mereka akan berperilaku dari waktu ke waktu.
Tahapan dari Sebuah Hubungan
Suatu hubungan antara pelanggan tertentu dengan bisnis
diperkirakan memiliki empat tahap: kesadaran, eksplorasi/ ekspansi, komitmen,
dan pembubaran. Penting untuk dicatat bahwa
pelanggan tidak selalu melewati keempat tahap tersebut. Beberapa
pelanggan yang berhenti pada tahap kesadaran, tidak pernah mengeksplorasi
hubungan dengan perusahaan. Pelanggan lain
mungkin melompat langsung dari kesadaran menuju komitmen, bisa dikatakan
pelanggan tersebut mengalami cinta pada pandangan pertama pada produk atau jasa
tersebut.
Hal ini juga penting untuk menunjukkan bahwa banyak
pelanggan tetap berkomitmen untuk perusahaan selama periode tertentu, tanpa
rencana untuk menghentikan hubungan tersebut. Kerangka ini
berguna karena mendorong perusahaan-perusahaan untuk berpikir tentang bagaimana
proporsi pelanggan yang berada pada setiap tahapan proses, jenis konsumen mana
yang paling berharga, dan kegiatan atau tuas yang bagaimana yang dapat
digunakan untuk memindahkan konsumen pada hubungan yang berkomitmen.
Kesadaran
Pada
tahap kesadaran, pelanggan mengakui bahwa perusahaan adalah mitra transaksi
yang memungkinkan tetapi pelanggan belum memulai komunikasi dengan perusahaan
atau membeli salah satu produk perusahaan
Ada
beberapa strategi yang penting dalam menciptakan kesadaran pelanggan:
-
Membuat alamat situs web yang sederhana
sehingga lebih mudah bagi pelanggan untuk mengingatnya.
-
Sebuah kesadaran sering ditingkatkan dengan
konsistensi antara merek ibu dan merek internet.
-
Sebuah upaya yang terkoordinasi di
seluruh media online dan offline dapat mendorong kesadaran pelanggan.
Eksplorasi/ Ekspansi
Pada
tahap eksplorasi/ ekspansi, pelanggan mempertimbangkan kemungkinan transaksi
dan mungkin memulai pembelian percobaan. Jika tahap komitmen adalah
sejalan dengan pernikahan, maka tahap eksplorasi adalah sama dengan kencan. Kedua pihak, khususnya konsumen, mengumpulkan
informasi yang memungkinkan mereka untuk memilih apakah akan membangun ikatan
yang lebih kuat dengan yang lain.
Untuk hubungan B2B, ini sedikit
berbeda dibandingkan dengan hubungan B2C, karena perusahaan B2B cenderung
memiliki lebih sedikit pelanggan tetapi memiliki volume pembelian yang lebih
tinggi. Akibatnya,
eksplorasi dalam pengaturan B2B cenderung melibatkan tahap tawar menawar yang
lebih besar melalui tatap muka pada harga, syarat pembayaran, volume diskon,
dukungan perdagangan, dan desain produk. Tahap eksplorasi pada kedua jenis
bisnis baik B2B dan B2C berfokus pada daya tarik (pelanggan dimotivasi untuk
mengembangkan hubungan dengan perusahaan hanya sebatas bahwa perusahaan adalah
mitra transaksi yang menarik atau yang diinginkan.); pengembangan kepercayaan
dan norma-norma; pembentukan hubungan kekuasaan (kemampuan untuk mempengaruhi
konsumen), dan kepuasan.
Sebuah studi baru-baru ini
mengidentifikasi tujuh faktor yang menyebabkan timbulnya kepercayaan dalam
transaksi B2B secara online:
·
Merek: pengakuan dan reputasi memainkan peran penting dalam
mengembangkan kepercayaan online. Merek yang kuat memiliki
keuntungan dari tingkat kesadaran yang tinggi dan asosiasi positif di benak
konsumen.
·
Peringkat pihak ketiga: perusahaan tanpa track record dapat meningkatkan
kepercayaan melalui sertifikasi oleh organisasi pihak ketiga.
·
Keamanan dan privasi: pengunjung harus yakin bahwa transaksi
yang dilakukan adalah aman. Sementara
bagi konsumen yang paling khawatir tentang informasi kartu kredit mereka,
perusahaan B2B lebih peduli tentang informasi penjualan mereka agar tidak bocor
kepada pesaing.
·
Teknologi: kepercayaan dipengaruhi oleh tingkat keseluruhan
dan stabilitas teknologi dari sebuah situs. Website yang tidak dapat dipercaya
dan menggunakan teknologi yang ketinggalan jaman akan menurunkan kepercayaan
konsumen; tingkat personalisasi yang tinggi, kecepatan, dan aspek lain dari
kinerja website akan meningkatkan kepercayaan konsumen.
·
Pemenuhan pesanan: perusahaan harus berkomitmen untuk
bekerja secara cepat, akurat, dan dapat diandalkan dalam hal pemenuhan pesanan,
dan mereka harus mengkomunikasikan hal tersebut kepada pengunjung situs
·
Dukungan dan layanan pelanggan: sebuah studi
menemukan bahwa layanan pelanggan yang buruk dapat menghambat pertumbuhan
bisnis B2B secara online. Ada beberapa cara yang dilakukan
perusahaan untuk memenuhi layanan pelanggan seperti komunikasi secara langsung,
melalui internet, telepon, dan interaksi lainnya.
·
Manajemen pengetahuan: terdapat studi yang merekomendasikan
perusahaan B2B agar memiliki tim manajemen khusus yang terdiri dari para ahli
tidak hanya di bidang teknologi, tetapi juga kebutuhan pelanggan.
Komitmen
Pada tahap komitmen, para pihak
dalam suatu hubungan memiliki kewajiban atau tanggung jawab dengan satu sama
lain. Beberapa
peneliti berpendapat bahwa komitmen yang terbaik tercermin dari tiga jenis
perilaku yang ditunjukkan oleh para pihak dalam suatu hubungan. Indikator
pertama dari komitmen adalah sejauh mana pihak yang terlibat berkontribusi
dalam suatu hubungan. Indikator kedua dari
komitmen adalah sejauh mana masing-masing pihak berinvestasi dalam aspek
hubungan yang mungkin untuk mendorong mereka melakukan interaksi di masa depan.
Indikator yang terakhir adalah sebuah komitmen merupakan konsistensi dari
hubungan timbale balik. Meningkatkan interaksi antara penjual dan pembeli juga
akan meningkatkan stabilitas hubungan dari penjual dan pembeli.
Pembubaran
Pembubaran yaitu terjadi ketika satu atau kedua belah pihak telah
memutuskan hubungan. Satu studi menunjukkan bahwa rata-rata, perusahaan-perusahaan di AS
kehilangan pelanggan mereka setiap lima tahun lalu yang menjadi pertanyaan
adalah apa
yang menyebabkan hilangnya komitmen yang akhirnya mengarah ke pembubaran? Alasannya adalah:
-
Adanya alternatif produk yang lebih baik, atau pelanggan
mungkin hanya ingin sesuatu yang berbeda.
-
Transaksi di dunia online dapat memutuskan hubungan
pelanggan sebagai akibat langsung dari kelalaian atau sifat apatis dari
penjual.
-
Pembubaran dapat dipicu oleh kegagalan inti pemasaran
seperti respon pelayanan yang buruk, adanya produk atau jasa yang buruk, atau masalah
etika dengan perusahaan atau karyawan.
-
Pelanggan hanya membutuhkan beberapa kategori produk pada
masa tertentu saja. Misalnya, pembelian musik, video game, dan
sepatu atletik cenderung berkurang setelah melewat masa remaja.
Karena mencari pelanggan baru
umumnya membutuhkan biaya yang lebih mahal daripada mempertahankan pelanggan
yang sudah ada, perusahaan biasanya ingin menghindari pembubaran. Namun dalam beberapa kasus perusahaan mendapatkan
keuntungan dari “mengorbankan” pelanggan. Sebagai contoh:
-
Beberapa pelanggan terus beralih kapan saja perusahaan
menawarkan harga terbaik.
-
Beberapa pelanggan mungkin telah melanggar norma-norma
masyarakat.
-
Meskipun ada beberapa pelanggan adalah pembelian berat,
mungkin juga mereka adalah pemeliharaan yang baik. Sehingga keuntungan yang diperoleh perusahaan
dari pemeliharaan akan berkurang.
-
Perusahaan mungkin mengubah target pasar atau strateginya
sehingga beberapa pelanggan yang sudah ada tidak bisa lagi dilayani secara
menguntungkan.
Interaktivitas
Interaktivitas didefinisikan sebagai
hubungan komunikasi dua arah antara perusahaan dan pelanggan. Yang paling berperan dalam komunikasi
dua arah, tentu saja, di antara manusia dengan manusia. Meskipun
tidak sepenuhnya dikembangkan, terdapat mekanisme yang memfasilitasi
keterlibatan komunikasi antara Internet dan manusia, meliputi:
-
Sistem penjualan ritel di mana pengelola toko bertanggung
jawab untuk pelayanan pelanggan melalui Internet.
-
Koordinasi antara Internet dan tenaga pelayanan ritel.
-
Chat room untuk masalah yang terkait dengan produk. Pada sebuah
forum para pelanggan dapat bertukar informasi dengan satu sama lain sehingga
perusahaan juga mendapat informasi dari forum tersebut.
Individualisasi
Tingkat
individualisasi mencerminkan sejauh mana interaksi antara perusahaan dengan
pelanggan diciptakan atau disesuaikan dengan pengguna individu. Informasi individualisasi yang rendah didistribusikan
ke kelompok pengguna dalam cara yang sama seperti halnya surat kabar yang
diedarkan.
Sebaliknya, interaksi individualisasi yang tinggi mengirimkan informasi
yang dispesifikkan pada pelanggan.
Jenis informasi ini mulai dari informasi yang sangat pribadi (seperti
informasi rekening, laporan transaksi, atau tagihan) sampai pilihan laporan
yang disesuaikan seperti dari domain publik (seperti hasil Yahoo! Search).
BAB VII
PRODUK
Apa itu produk
?
Produk adalah sesuatu yang diciptakan untuk tujuan transaksi. Produk memuaskan kebutuhan dan keinginan tertentu dari
pelanggan dan memberikan
pendapatan pada penjual atau nama baik yang idealnya akan memberikan penghasilan kemudian di masa depan. Sebuah produk memiliki manfaat inti yaitu nilai yang paling mendasar yang ditawarkan oleh produk. Terdapat jenis produk dasar dan produk
tambahan. Produk dasar
mengacu pada penawaran produk minimum yang diperlukan untuk memberikan manfaat
inti yang diharapkan pelanggan, contoh radio, mesin, dan barang-barang dasar lainnya.
Produk tambahan memberikan fitur yang melampaui harapan minimum pelanggan
atau pembeli, contohnya seperti perpanjangan garansi, perdagangan dan pembiayaan.
Barang dan Jasa
Barang merupakan bentuk produk yang berwujud. Elemen produk fisik meliputi fitur mereka, desain, dan
kemasan, yang semuanya dapat dengan mudah dipahami oleh
pembeli.
Jasa dapat didefinisikan sebagai pelayanan
yang ditawarkan perusahaan
kepada pelanggan untuk tujuan transaksi
tertentu. Secara
tradisional, hal ini terjadi karena empat alasan:
-
Tidak berwujud. Jasa bukanlah benda fisik yang bisa dimiliki.
-
Simultanitas.
Produsen dan pelanggan harus ada secara bersamaan pada satu waktu yang
sama untuk melakukan pertukaran
jasa.
-
Heterogenitas.
Jasa
yang diberikan oleh orang-orang pada dasarnya memiliki variabilitas.
-
Ketahanan. Jasa tidak dapat disimpan
dan langsung dikonsumsi pada saat itu juga.
Produk portofolio adalah
termasuk sejumlah lini produk, atau kelompok produk yang termasuk dalam kategori
produk dasar yang sama. Dalam rangka untuk menargetkan segmen pasar yang
berbeda, perusahaan sering membuat
variasi pada fitur, kualitas,
dan harga dari produk tunggal yang
telah ada.
Bagaimana Internet Mempengaruhi
Produk?
Untuk memahami bagaimana pemasar dapat mengambil keuntungan dari internet
dan bagaimana produk dan layanan offline maupun online berbeda, hal ini berguna
untuk mengklasifikasikan produk ke dalam empat kategori umum berdasarkan apakah produk tersebut barang atau jasa dan dalam tujuan utama mereka. Dua kategori pertama adalah produk
atau jasa yang tujuannya untuk memberikan manfaat inti secara langsung di
internet. Yang ketiga adalah layanan internet yang ada terutama untuk menjual
atau mendistribusikan produk yang disampaikan secara offline. Yang keempat
adalah layanan internet yang digunakan untuk meningkatkan penawaran produk.
Bagaimana 2Is Mempengaruhi Produk
Interaktivitas dan
personalisasi (individualisasi) telah secara mendasar mengubah kemampuan perusahaan
untuk menanggapi pelanggan, dan sangat berharga dalam membantu perusahaan membentuk
hubungan yang bermakna dengan pelanggan.
Layanan Interaksi
yang sangat responsive
Internet memungkinkan perusahaan untuk
berinteraksi dengan pelanggan dengan cepat, efisien dan murah. Customer care bisa diurutkan dari tingkat
pelayanan yang lebih tinggi yang disampaikan kepada pelanggan paling
menguntungkan bagi perusahaan sampai dengan pelayanan yang lebih rendah yang
disampaikan kepada pelanggan dengan keuntungan rata-rata yang tidak mendukung
investasi perusahaan.
Personalisasi
Perusahaan
yang baru dimulai. Memberikan
fitur click stream pada website memungkinkan
perusahaan untuk mendapatkan pemahaman yang lebih dalam mengenai perilaku pengunjung
serta dapat digunakan juga untuk berinteraksi dengan secara reaktif membedakan
konten-konten dalam situs. Bahkan jika pengunjung tidak terdaftar, situs masih dapat
melacak click stream dengan menetapkan
cookies, yang merupakan label
elektronik yang secara unik mengidentifikasi masing-masing komputer. Perhatian
yang mendalam pada perilaku pelanggan online sangat meningkatkan kemampuan perusahaan
untuk mengembangkan produk berdasarkan minat dan preferensi pelanggannya
masing-masing.
Pelanggan yang dispesifikasi. Interaksi pelanggan dengan organisasi dapat membedakan layanan, pilihan penagihan,
preferensi pribadi, dan hal-hal
lainnya antara satu pelanggan dengan pelanggan lainnya. Banyak situs yang
menawarkan fitur personalisasi (individualisasi) sebagai produk tambahan untuk menciptakan “kerekatan,” atau yang mendorong pengunjung untuk kembali ke situs setelah beberapa kunjungan.
Pelanggan dengan produk yang ditentukan. Internet juga berpotensi membuat kustomisasi menjadi mungkin pada skala yang lebih besar dari sebelumnya, hal ini sering disebut sebagai kustomisasi masal. Dengan demikian dapat meningkatkan proposisi nilai dari beberapa produsen.
Sifat Dinamis dari Portfolio Produk
Portofolio produk tidaklah statis. Bahkan perusahaan-perusahaan dewasa ini harus memperbaharui dan menyegarkan lini
produk mereka. Dalam sebuah persaingan, pasar dengan perubahan yang cepat, terutama yang didorong oleh teknologi yang sedang berkembang, tindakan mengubah portofolio produk merupakan suatu keharusan. Sebuah portofolio produk harus dikelola seperti dana
investasi, serta
diperhatikan seluruh faktornya seperti profil
risiko, horizon waktu, pembayaran potensial, kebutuhan investasi, dan aliran pendapatan.
Inovasi dan Produk Baru
Adanya
inovasi
produk dapat bersaing
dengan produk yang sudah ada, mengubah dasar kompetisi produk dengan menciptakan posisi/ pasar ceruk baru, atau kadang-kadang
bahkan menciptakan industri baru.
Kecepatan dalam
Memasarkan
Produk
pertama yang diterjunkan ke pasaran serta pengikut awal produk tersebut diyakini dapat mematahkan keunggulan kompetitif pesaingnya. Hal ini dikarenakan adanya kemampuan untuk mengkomunikasikan sesuatu yang menarik dan baru kepada pelanggan, agar perusahaan dapat mengunci
distribusi, dan menetapkan yang sesuai untuk produk baru tersebut.
Perpanjangan Garis
Perpanjangan garis (produk) merupakan lanjutan dari produk yang sudah ada, dan
karenanya
hal ini
terletak di
antara
produk baru pada kontinum pengembangan produk. Secara khusus, perpanjangan
garis adalah setiap upaya yang berhasil memanfaatkan merek untuk
meluncurkan produk yang dimodifikasi atau produk yang terkait. Keuntungan perpanjangan garis adalah bahwa dengan memanfaatkan merek
yang ada, perusahaan akan menghemat biaya yang tinggi untuk memperkenalkan dan mempromosikan merek baru.
Risiko strategi ini yang mungkin “kanibalisasi” dari merek induk dan mengikis pengguna dasar yang sudah ada atau ekuitas merek
apabila pelanggan yang
sudah ada menganggap perpanjangan garis (produk) tersebut mengalami kegagalan.
Siklus Hidup Produk
Konsep
dari siklus hidup produk
ini dimulai dengan
tahap perkenalan
sebuah produk dan diteruskan melalui pertumbuhan, kedewasaan, dan penurunan.
-
Perkenalan. Pasar terdiri dari produk dasar yang menawarkan manfaat
inti.
-
Pertumbuhan. Berbagai produk dasar atau yang telah diberi tambahan, dengan fitur
tambahan dan berbagai tingkat kualitas, telah diperkenalkan.
-
Kematangan. Variasi produk, perluasan merek, dan produk “baru dan lebih baik” mulai berkembang. Penawaran cenderung membagi produk dalam dua cabang dari produk dengan margin rendah (produk murah) sampai produk dengan margin tinggi (biaya produk yang tinggi).
-
Penurunan. Ketika hal ini terjadi, permintaan akan berkurang, maka perusahaan menghilangkan lini produk yang kurang menguntungkan dengan menggantinya dengan item yang paling menguntungkan.
Pengembangan Produk
Tanpa pengembangan produk, risiko perusahaan akan tetap ada di pasar. Proses pengembangan produk mengharuskan
perusahaan untuk mencapai keseimbangan antara inovasi terobosan dan kemajuan
tambahan pada produk yang sudah ada, tetapi juga membutuhkan pembuatan keputusan yang membawa tingkat ketidakpastian yang
tinggi.
Tidak ada satu
formula atau proses untuk memastikan keberhasilan produk baru. Namun, dengan menggali informasi pelanggan mengenai
pasar, batas-batasnya, produk pengganti potensial, dan proses pembelian pelanggan dapat membantu perusahaan untuk menemukan peluang yang akan menciptakan keberhasilan pasar.
Pendekatan Informasi
Pelanggan untuk Desain Produk
Pendekatan
ini umumnya berfokus secara internal pada operasi manufaktur, dengan tujuan
mengurangi biaya atau meningkatkan aset yang ada. Meskipun mungkin ada beberapa
ide produk baru yang dihasilkan dari proses ini, kelangsungan hidup dari produk ini lebih dipertanyakan, karena baik pelanggan
maupun pasar selalu
mengingingkan pengembangan.
Proses dari desain informasi
pelanggan memiliki
kemungkinan
keberhasilan yang jauh lebih tinggi karena didasarkan pada kemungkinan dari adanya penerimaan pelanggan dan pasar. Perusahaan yang berbisnis
di internet memiliki kesempatan untuk belajar tentang pelanggan dari sifat individu dan kebutuhannya melalui observasi atau penyelidikan langsung dan riset pasar. Hal ini dapat memperluas wawasan produsen tentang kebutuhan individu, prosesnya dapat dimulai dari pendaftaran situs dan melanjutkannya pada masing-masing rangkaian interaksi lainnya.
Proses Pengembangan Produk
Setelah
keputusan untuk mengembangkan produk baru dibuat, proses pengembangan produk
yang sebenarnya dimulai. Sebuah proses pengembangan produk meliputi tujuh tahap, antara lain:
-
Gagasan/ Ide Awal
Tujuan dari fase
generasi ide adalah untuk
mengumpulkan sejumlah ide untuk produk baru atau perbaikan produk. Prosesnya dapat dilakukan melalui kelompok-kelompok internal seperti R&D, manufaktur,
pemasaran atau riset pemasaran, dan karyawan individual, atau dari pihak eksternal yaitu pelanggan.
-
Penyaringan Ide
Setelah proses musyawah atas ide selesai, langkah berikutnya adalah untuk
mulai pengelompokan dan penyaringan ide-ide. Proses ini, dikenal sebagai proses berpikir kritis, yang dimulai dengan peserta dalam proses pembangunan meninjau
kembali semua ide yang muncul dari pemikiran divergen dan dengan obyektif peserta mengidentifikasi ide mana yang paling berharga.
-
Pengembangan Konsep
Sebuah ide yang
melewati tahap penyaringan selanjutnya
berkembang menjadi sebuah konsep yang mencakup kebutuhan pelanggan, bentuk
solusi produk, spesifikasi
produk awal dan desain produk, serta kelayakan ekonomi produk.
-
Desain Produk
Mengingat adanya laju persaingan dan terdapat keuntungan dari mengalahkan pesaing di pasar, bisnis berada di bawah tekanan untuk mengurangi
waktu yang dibutuhkan untuk merancang produk. Komunikasi secara terus menerus antara tim-tim kerja dalam hal ini adalah penting.
-
Pengembangan Prototype
Selama proyek, seluruh rangkaian prototipe dibuat, dari gambaran kerja sampai pada ukuran penuh mockup (maket) tiga dimensi.
-
Uji Pemasaran
Tahap ini adalah percobaan dalam skala kecil di mana produk baru diperkenalkan dan
didukung oleh bauran pemasaran yang jelas, yaitu: iklan, distribusi, kemasan, harga, dan promosi.
-
Komersialisasi
Tahap ini merupakan langkah terakhir dari pengembangan produk, dan
melibatkan perencanaan untuk pengenalan produk dan peluncurannya secara luas.
Bagaimana
Internet Mempengaruhi
Proses Pengembangan Produk?
Internet telah memperkenalkan fleksibilitas untuk proses
pengembangan produk. Proses
pengembangan produk efisien yang diaktifkan oleh internet meliputi lima langkah, yaitu: ide, pengembangan konsep, rencana pengembangan, pengembangan
berulang dan pengujian, serta peluncuran.
Internet telah
sangat mempengaruhi proses pengembangan produk dalam bidang berikut: masukan pelanggan
yang berkesinambungan, desain produk dan alat-alat komunikasi, serta eksperimen dan pengujian produk.
Masukan pelanggan yang berkesinambungan.
Agar
pendekatan pembangunan yang fleksibel mencapai kesuksesan, perusahaan harus memahami tentang cara untuk menghasilkan informasi pasar dan mengintegrasikan
informasi itu ke dalam proses pembangunan.
Salah satu proses yang sering digunakan perusahaan untuk belajar tentang kebutuhan pelanggan
disebut Customerization. Customerization mensyaratkan bahwa
produk, pemasaran produk, dan pengalaman pelanggan secara keseluruhan
disesuaikan untuk setiap pelanggan, meskipun dengan cara modular.
Desain dan Komunikasi Peralatan
Kemajuan dalam teknologi internet
cenderung terus meningkat sehingga internet memainkan peran dalam pengembangan
produk yang cepat. Alat Internet yang baru seperti representasi secara 3D dan video conference telah membantu memecahkan
beberapa pandangan tradisional antara R&D, pemasaran, dan penjualan, dan
telah memungkinkan kolaborasi yang benar dalam proses pengembangan produk.
Salah satu keuntungan luar biasa dari alat ini adalah bahwa mereka mendorong
komunikasi dan kolaborasi di antara tim pengembangan antar wilayah.
Eksperimen
dan Pengujian Produk
Desain dengan bantuan komputer, simulasi
komputer, dan teknologi canggih lainnya memungkinkan perusahaan untuk mengambil
keuntungan dari data pasar secara real time dengan mudah. Selain itu,
penciptaan prototipe fisik dapat ditunda sampai tahap selanjutnya dari proses
ketika produk lebih lengkap dan berubah lebih subjektif, yang jauh menurunkan
biaya pengembangan produk.
Bagaimana
Produk Mengaktifkan Hubungan Pelanggan?
Pemasar dapat menggunakan produk
untuk membantu mengaktifkan hubungan pelanggan dalam dua cara utama: (1) dengan
menawarkan produk yang sesuai untuk hubungan yang ada, atau (2) dengan
menggunakan 21 portofolio produk seimbang untuk transisi pelanggan ke tahap
hubungan yang lebih mendalam. Ada beberapa langkah dalam mengaktifkan hubungan
antara produk dan pelanggan, antara lain:
Kesadaran
Sebuah
perusahaan harus mengambil target pelanggan dalam menyadari produk dan jasa,
dan mereka memahami manfaat inti. Ketika terdapat produk atau jasa yang
kompleks, pemasar harus bekerja ekstra keras untuk memastikan bahwa produk atau
fitur tambahan yang diciptakan tidak mengaburkan manfaat inti. Ketika pelanggan
memiliki pengalaman langsung dari produk sebelumnya yang menyebabkan mereka
tidak mungkin membeli produk itu kembali, presentasi dan kemasan dapat membantu
penawaran produk serta pemasar juga dapat mengkomunikasikan manfaat produk
tertentu, dan bahkan membedakan produk baru dari para pesaingnya.
Eksplorasi/ Ekspansi
Selama
fase eksplorasi, perusahaan perlu untuk menunjukkan relevansi penawaran mereka
kepada calon pelanggan. Kemasan dan dukungan penawaran keduanya penting dalam
fase ini karena mereka membantu mendidik pelanggan tentang produk dan juga
membantu membedakan produk dari para pesaingnya.
Tujuan pemasaran untuk fase ekspansi
adalah meembuat pelanggan menjadi lebih terlibat, loyal, dan akhirnya
berkomitmen untuk produk. Menyediakan produk komplementer memberikan nilai
tambahan kepada pelanggan, yang sangat penting untuk siklus pembelian yang lama
seperti komputer atau mobil.
Komitmen
Setelah
pelanggan memasuki tahap komitmen dari sebuah hubungan, tujuan perusahaan
adalah (1) untuk menjaga mereka berkomitmen untuk suatu produk atau lini produk
dan (2) untuk memperluas jumlah bisnis yang mereka lakukan dengan perusahaan.
Pelanggan yang loyal biasanya sangat menguntungkan, dan membeli jumlah yang
tidak proporsional dari produk.
Pembubaran
Jika
sebuah perusahaan tidak mampu mempertahankan komitmen pelanggan, pelanggan akan
melanjutkan ke tahap pembubaran hubungan. Pada tahap awal pembubaran,
perusahaan dapat mencoba untuk bermigrasi kepada pelanggan lain pada
produk-produknya. Sebagai contoh, mungkin perusahaan menawarkan versi biaya
produk yang lebih rendah, atau menyarankan produk yang berbeda dalam memenuhi
kebutuhan pelanggan yang baru.
BAB
VIII
PENETAPAN
HARGA
Sebagai perusahaan berusaha untuk
menumbuh keuntungan mereka, mereka sering fokus pada penurunan biaya produksi
atau peningkatan permintaan produk. Dengan demikian, perusahaan-perusahaan
cenderung mengabaikan salah satu daerah strategis yang paling penting yang
terlibat dengan peningkatan keuntungan.
Penetapan Harga Ekonomis
Variabel-variabel
kunci meliputi dari ekonomi harga:
-
Harga
Ada
hubungan terbalik antara harga dan kuantitas. Hubungan ini bersifat intuitif.
Sebagai penurunan harga produk, lebih banyak unit yang baik akan diminta oleh
pasar. Demikian juga, dengan meningkatnya harga produk, beberapa konsumen tidak
akan tertarik untuk membeli produk, sehingga total permintaan agregat akan
menurun.
-
Harga Produk Pengganti
Jenis produk pengganti dan harga produk
mempengaruhi kurva permintaan suatu produk. Jika ada barang pengganti untuk
sebuah produk, produk tersebut telah membatasi manuvernya dari segi harga. Karena ketersediaan substitusi, produk
tidak dapat menaikkan harga secara signifikan di atas harga produk pengganti
dekat.
-
Harga Produk
Komplementer
Harga-harga produk komplementer mempengaruhi
kurva permintaan produk. Jika harga produk komplementer menurun, hal ini akan
merangsang permintaan untuk produk. Demikian juga, jika harga produk
komplementer meningkat, hal ini akan berpengaruh negatif terhadap permintaan
produk.
-
Penghasilan
Secara umum, pendapatan berkorelasi
positif dengan permintaan. Ketika terjadi peningkatan pada pendapatan, maka permintaan
produk juga akan meningkat.
-
Ukuran Pasar
Apabila ukuran pasar meningkat, demikian
juga permintaan akan suatu produk.
-
Selera
Selera konsumen adalah variabel yang
sangat penting, terlepas dari ukuran pasar, harga, pendapatan dan harga produk
pengganti dan produk komplementer. Agar produk untuk mencapai keberhasilan
pasar, konsumen harus memiliki keinginan untuk membelinya.
-
Pendapatan Marginal
Penerimaan marjinal adalah tambahan (pengurangan)
pendapatan dicapai dengan menurunkan atau meningkatkan harga produk secara
bertahap.
-
Biaya marginal
Biaya marjinal adalah biaya yang terkait
dengan memproduksi produk komplementer. Dalam banyak kasus, biaya marjinal
bervariasi berdasarkan banyaknya unit barang yang diproduksi.
-
Harga di Pasar Dinamis
Meskipun penting untuk memahami
bagaimana perusahaan dapat menetapkan harga dengan menggunakan analisis kurva
permintaan dasar, sangat penting juga untuk menyadari bahwa sebagian besar
perusahaan tidak menjual produknya dalam pasar yang statis.
Keputusan Harga Eceran
Pengecer harus memposisikan diri
dalam hal pengaturan ekspektasi harga untuk pelanggan mereka. Ada tiga strategi
kunci mengenai posisi merek sehubungan dengan harga yang pengecer yang dapat
mengadopsi, yaitu: harga siklus promosi (Hi-Lo), harga murah setiap hari (EDLP)
dan eceran / harga eceran.
Penetapan
Harga Promosi melalui Siklus (Hi-Lo)
Banyak
pengecer menggunakan strategi Hi-Lo ini. Strategi ini bekerja sebagai berikut:
Bagi sebagian besar waktu penjualan, pengecer menetapkan harga tinggi untuk
produk. Namun, pada siklus teratur, pengecer ini menawarkan diskon besar.
Sering dianggap sebagai promosi, diskon besar mendapatkan perhatian pembeli dan
merangsang kunjungan ke toko.
Everyday Low Pricing
(EDLP)
Baik
produsen dan pengecer telah mengadopsi strategi EDLP, yang melibatkan
pengaturan harga produk yang relatif rendah meskipun tidak serendah harga
rendah dalam strategi Hi-Lo.
Ada dua aksioma kunci penting ketika
menerapkan strategi EDLP:
1.
Perusahaan menggunakan
strategi EDLP harus menemukan cara untuk mengkomunikasikan manfaat dari
strategi tersebut kepada konsumen. Tujuan utama adalah untuk mengasosiasikan
EDLP dengan merek perusahaan.
2.
Perusahaan harus
mengantisipasi jeda waktu antara peluncuran strategi EDLP dan konsumen mencari
tahu bagaimana untuk menggabungkan EDLP dalam rutinitas belanja mereka.
Retail/ Harga gerai
Beberapa pengecer
seperti Coach telah mengadopsi strategi harga ini, di mana terdapat berbagai
pilihan produk non-diskon yang ditawarkan kepada pelanggan di toko-toko ritel.
Strategi Harga Dasar
Secara khusus, strategi
harga dasar berfokus pada cost plus pricing
dan turunannya, pertumbuhan target laba dan sasaran harga return; brand pricing,
dan promosi harga.
Cost Plus Pricing
Strategi
penetapan harga dasar ini melibatkan cukup dengan menambahkan markup tetap ke
biaya produk. Mark up ini akan ditambahkan ke jumlah perusahaan atau biaya
variabel, karena sebagian besar barang-barang konsumen, markup tersebut akan
ditambahkan ke total biaya barang. Total biaya meliputi biaya-biaya variable tambahan
yang menghasilkan alokasi tambahan biaya tetap.
ü Target
Profit Growth
Target keuntungan harga hamper sama dari
cost plus pricing dan paling sering
digunakan dalam industri dewasa ini. Satu-satunya fokus manajer adalah untuk
memenuhi atau melampaui target pertumbuhan. Jika tujuan tingkat pertumbuhan
target terpenuhi, manajer dianggap sukses.
ü Target
Return Pricing
Target ini juga hamper sama dengan cost plus pricing. Target ini bertujuan
untuk memaksimalkan tingkat pengembalian modal bagi perusahaan dan pemegang saham.
Brand
Pricing
Strategi penetapan
harga berpendapat bahwa pembeli merasa bergengsi ketika mereka membeli dan
mengkonsumsi produk dengan harga tinggi. Nilai ini biasanya terkait dengan
nilai yang dirasakan dari merek.
Promotions
Pricing
Toko dan produsen secara signifikan sering
mengurangi harga untuk alasan berikut:
-
Trial
Pemasar sering menawarkan harga yang rendah pada
produk-produk baru untuk mendapatkan pengadilan. Teorinya adalah bahwa harga
yang rendah akan mendorong konsumen untuk membeli produk, kemudian menyadari
adanya kualitas produk tersebut.
-
Benefit
of Rapid Acceptance
Ada banyak manfaat untuk menjadi penggerak pertama
dalam kategori produk baru. Namun, sementara menjadi penggerak pertama adalah
penting, mendapatkan penerimaan pasar sangat penting.
-
Switching
Costs
Sebuah perusahaan dapat menetapkan biaya rendah
untuk membuat produk konsumen secara rutin. Setelah hal tersebut terjadi,
produk switching memungkinkan bagi
perusahaan untuk menaikkan harga bagi konsumen.
-
Loss
Leaders
Pengecer
sering member diskon harga dengan harapan bahwa sekali pelanggan datang ke toko
dan membeli produk dengan harga rendah produk maka mereka juga akan membeli
produk margin tinggi lainnya.
Kesetaraan dalam Harga
Konsumen sering
berpikir tentang harga dalam hal bagaimana harga yang setara. Untuk menentukan
apakah harga tersebut setara dengan produk yang didapatkannya, konsumen sering
membandingkan harga dengan mengamati harga referensi yang ada.
Konsumen
umumnya memilih harga acuan berdasarkan tiga faktor: past prices/ harga masa lalu (kni adalah harga yang konsumen ingat ketika
membayar (atau melihat iklan) untuk merek produk tertentu); close substitute prices/ harga produk pengganti
penutup (konsumen sering membandingkan harga substitusi yang tersedia, harga yang
terendah sering memainkan peran kunci dalam menentukan harga referensi yang
tepat); context/ konteks (konsumen
mungkin bersedia membayar lebih untuk item di toko daripada di supermarket)
Strategi Harga Canggih
Diskriminasi Harga
Diskriminasi
harga menimbulkan pertanyaan tentang apakah taktik
tersebut sesuai atau
menguntungkan masyarakat.
Frenzy Pricing
Perusahaan sering menerapkan skema
harga yang menghasilkan kelebihan permintaan yang signifikan karena harga
rendah. Hal ini dapat terjadi karena berbagai alasan:
-
Kesetaraan penetapan harga - perusahaan
dihadapkan dengan peningkatan permintaan dan dapat memilih
untuk menjaga harga di bawah harga pasar dalam upaya untuk mempertahankan
goodwill.
-
Permintaan ketidakpastian - ketika perusahaan
membawa produk baru ke pasar, mungkin ada ketidakpastian tentang apakah pasar akan
menerima produk.
-
Pemasaran - frenzy pricing ini sering
menyebabkan konsumen berharap untuk tidur di luar toko, mencari tawaran pada
situs lelang, atau berkendara dari toko ke toko untuk mencari produk.
-
Kualitas sinyal - jika harga
ditetapkan sehingga ada kelebihan permintaan, banyak konsumen
yang mungkin melihat ini sebagai sinyal. Bagi konsumen, sering ada biaya pencarian
yang tinggi yang terlibat dalam menentukan kualitas produk.
-
Metode penjualan Efisien - misalnya
adalah Disney yang telah menciptakan frenzy
pricing dengan merilis beberapa film animasi klasik dan mengumumkan
bahwa film akan dijual untuk waktu yang terbatas. Jenis strategi menciptakan
sensasi di media dan mendorong konsumen untuk membeli produk
tersebut dengan segera.
Respon Strategis untuk Penurunan Harga Pesaing
Pesaing sering
mencoba untuk menurunkan harga dalam upaya untuk mendapatkan pangsa pasar. Secara umum, bersaing
hanya pada harga bukanlah merupakan strategi jangka panjang yang
bijaksana bagi setiap perusahaan.
Motif khas
untuk pemotongan harga biasanya meliputi:
-
Kesulitan keuangan - penurunan harga
mungkin sebuah upaya putus asa untuk mendapatkan uang tunai, atau sinyal kepada
pesaing yang berminat untuk mengakuisisi perusahaan.
-
Mencoba untuk menjadi pemimpin industri
- penurunan harga
kadang-kadang dapat menunjukkan kekuatan. Pemotongan harga mungkin menunjukkan
bahwa perusahaan telah melakukan kinerja yang
cukup baik
untuk menahan biaya menjadi lebih rendah.
-
Menandakan ketidaksenangan atas strategi pesaing - sebuah
perusahaan dapat menggunakan pemotongan harga untuk membalas pesaing agar
melakukan perubahan dalam strateginya .
Secara umum, perusahaan memiliki tiga
tanggapan terhadap pemotongan harga pesaing:
-
Meningkatkan nilai proposisi (untuk
meningkatkan nilai proposisi produk dengan mempertahankan
tingkat harga dan menawarkan peningkatan produk.
-
Persaingan dalam hal harga
-
Membenarkan harga diferensial (dalam banyak
industri, perusahaan bisa melakukan pekerjaan yang lebih baik dengan menginformasikan
konsumen tentang bagaimana produk mereka berbeda dari produk
para pesaing).
Kerangka Pricing Pentagon
Kerangka
penetapan harga pentagon adalah
kerangka kerja yang dirancang untuk membantu manajer dalam menentukan harga produk. Konsep
ini terdiri dari serangkaian
langkah-langkah terpadu yang menggunakan kedua data keras dan wawasan
manajerial untuk menentukan harga yang ideal. Ketika selesai, Pentagon
menghasilkan dua hasil: strategi harga yang koheren bagi manajer untuk
diikuti
dan satu set poin harga yang mencapai tujuan penetapan harga perusahaan.
Langkah Pricing Pentagon
-
Tantangan
Mindset
Sebelum
mengidentifikasi dan menguji setiap titik harga, manajer harus terlebih dahulu
menguji
asumsi mereka tentang harga. Mengidentifikasi asumsi-asumsi mungkin adalah bagian
paling sulit dari proses ini. Para manajer harus mulai dengan melihat bagaimana
mereka menetapkan harga di masa lalu dan bagaimana keputusan-keputusan masa
lalu mungkin telah mempengaruhi atau membatasi strategi harga saat ini.
-
Memaksimalisasi
Penetapan Harga Segmentasi
Ada dua segmentasi yang dirancang untuk membantu perusahaan dalam menetapkan harga yang memaksimalkan segmentasi.
1.
Versi
segmentasi
- membantu
meningkatkan target ukuran pasar perusahaan dengan menciptakan versi baru dari produk inti
yang menarik bagi segmen tambahan.
2.
Penetapan Harga Diskriminasi Segmentasi - memungkinkan
perusahaan untuk melayani lebih banyak pelanggan dalam target segmen - sehingga
memungkinkan perusahaan untuk meningkatkan densitas dari pelanggan yang ada
dalam segmen pelanggan sasaran mereka .
-
Menetapkan
Nilai Produk Sehubungan dengan Produk Pengganti
Ada
tiga metodologi yang kita fokuskan yaitu riset pasar tradisional, analisis conjoint,
dan model
pilihan diskrit.
a.
Riset
Pasar Tradisional. Survei riset pasar tidak bisa hanya menjelaskan tentang
produk dan meminta pelanggan untuk
membayar seberapa banyak yang mereka
bersedia untuk membayar produk
tersebut.
b.
Analisis
Conjoint. Analisis ini meminta konsumen untuk menentukan peringkat atau tingkatan
produk yang berbeda dengan atribut-atribut
tertentu.
c.
Model Pilihan
Diskrit. Pemodelan pilihan
diskrit mirip dengan analisis conjoint
di mana keduanya mengukur bagaimana konsumen memilih antara produk-produk
yang bersaing.
-
Perkirakan
Pesaing Reaksi
Penting bagi para manajer untuk secara resmi menggabungkan
reaksi pesaing yang diantisipasi ke dalam proses penetapan harga. Hal ini
karena tidak peduli bagaimana manajer teliti dalam menetapkan harga, proses
mereka menjadi diperdebatkan jika pesaing memilih untuk menanggapi harga produk
baru dengan perang harga yang kuat. Perang harga sering mengakibatkan
perusahaan satu sama lain
antara pesaing mereka berulang
kali menurunkan harga. Ada dua strategi yang perusahaan mungkin pertimbangkan ketika memutuskan
strategi harga mereka, yaitu
1.
Judo
Ekonomi. Salah
satu cara untuk menantang pesaing pangsa pasar yang besar merupakan cara yang dapat menimbulkan rasa puas para
pemain kecil di pasar.
2.
Limit Pricing. Apakah suatu perusahaan harus mendapatkan keuntungan yang maksimal
dalam jangka pendek atau membatasi praktek harga tergantung pada beberapa
variabel :
a)
Berapa lama waktu yang dibutuhkan bagi pendatang baru untuk memasuki pasar?
b)
Setelah pendatang baru memasuki pasar, bagaimana keuntungan akan terpengaruh?
c) Berapa banyak keuntungan yang akan dilakukan jika perusahaan menerapkan batas harga?
c) Berapa banyak keuntungan yang akan dilakukan jika perusahaan menerapkan batas harga?
d)
Jika perusahaan menerapkan batas harga, berapa lama perusahaan secara
realistis dapat berharap memperoleh keuntungan?
e) Pada
tingkat bagaimana perusahaan memperoleh keuntungan di masa depan?
-
Langkah
terakhir, Ekuilibrium Pasar.
Tahapan ini
adalah langkah terakhir dari Pentagon
Pricing yang berfokus
pada pengujian berbagai harga dengan pelanggan. Pada akhir langkah ini,
perusahaan akan memiliki perkiraan pangsa pasar akhir dan volume untuk setiap kelompok keseimbangan
harga dan harga akhir perusahaan yang bersaing.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar